Kalau kamu mendongak ke langit malam dari kota yang ramai, kamu tidak akan melihat banyak bintang. Cahaya terang dari lampu jalan, toko, dan rumah menutupi sinar redup dari matahari yang jauh. Lampu kota membuat langit berpendar jingga dan menyembunyikan segalanya. Tapi bintang bukan satu-satunya hal yang hilang dalam silau cahaya. Di rumput dan di antara pepohonan, kunang-kunang menghadapi masalah yang sama persis.
Kunang-kunang butuh kegelapan untuk saling mengobrol. Ekor mereka yang bercahaya mengirimkan kedipan khusus untuk menarik pasangan. Jantan yang terbang di udara memberikan kedipan dengan pola tertentu. Betina yang duduk di daun mengamati irama itu lalu balas mengedip. Kalau malam terlalu terang, kedipan kecil itu jadi hilang. Cahaya buatan manusia menenggelamkan kedipan mereka sama seperti sinar senter yang lenyap di siang bolong.
Orang-orang yang mencatat temuan di Alitaptap melihat kunang-kunang di berbagai tempat di seluruh dunia. Pada 29 September 2026, pengamat melihat European Glow-worms di tempat seperti Kakskerta, Finlandia, dan Trégueux, Prancis. Sekitar waktu yang sama, orang-orang mencatat Winter Fireflies di West Cape May, New Jersey, dan Kepulauan Frontenac di Ontario, Kanada. Sebagian tempat ini adalah desa yang tenang dengan sedikit bangunan. Tempat lainnya dekat dengan kota di mana lampu luar ruangan menyala sepanjang malam.
Ketika lampu teras yang terang atau lampu jalan tanpa pelindung berada di sebelah rumput, suasana sekitar berubah total bagi kunang-kunang. Serangga tidak bisa membaca tanda jika latar belakangnya terlalu terang. Jantan bisa terbang melewati betina karena pendar kuning-hijau si betina tidak terlihat melawan silau lampu tempat parkir. Tanpa tanda yang jelas, kunang-kunang tidak bisa menemukan pasangan. Kalau tidak ada pasangan, generasi berikutnya tidak akan pernah lahir.
Para ilmuwan menyebut masalah ini sebagai polusi cahaya. Polusi cahaya terjadi saat cahaya buatan bersinar di tempat yang tidak perlu atau mengganggu makhluk hidup. Banyak lampu luar ruangan dirancang kurang pas. Banyak bohlam menyala ke samping atau lurus ke langit. Hal itu membuang listrik dan menebarkan silau ke pekarangan, ladang, serta hutan.
Untuk paham cara memperbaikinya, kita perlu tahu cara mengukur cahaya. Orang sering bicara soal lumen. Lumen adalah ukuran seberapa banyak cahaya yang bisa dilihat dari sebuah bohlam. Bohlam terang bisa menghasilkan seribu lumen. Bohlam lembut menghasilkan lebih sedikit. Banyak lampu luar memakai lumen jauh lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk melihat jalan ke pintu depan.
Ide penting lainnya adalah penutup lampu. Lampu yang terlindungi punya penutup logam di atas bohlamnya. Penutup itu mendorong semua cahaya turun ke tanah tempat manusia membutuhkannya. Penutup ini menahan cahaya agar tidak menyebar ke langit atau ke semak tempat kunang-kunang tinggal. Memakai lampu bertudung dengan lumen lebih rendah adalah cara mudah menjaga halaman tetap aman tanpa menyilakaukan satwa sekitar.
Usaha langit gelap dan pelestarian kunang-kunang berjalan seiring. Saat kota membuat aturan untuk mengurangi lampu luar yang tidak perlu, mereka biasanya melakukannya agar ahli astronomi bisa melihat bintang lebih jelas. Tapi aturan yang sama juga membantu kunang-kunang, ngengat, kelelawar, dan burung hantu. Melindungi langit malam memberi hewan malam bayangan yang mereka butuhkan untuk berburu, bersembunyi, dan mencari kawan.
Di Alitaptap, anggota komunitas mencatat kunang-kunang di banyak tempat berbeda. Pada akhir September 2026, pengamat menemukan Aspisoma lineatum di Santa Fe, Argentina, dan Campinas, Brasil. Mereka mencatat Lamprigera taimoshana di Hong Kong dan Pyrocoelia rufa di Sejong, Korea Selatan. Setiap tempat punya perpaduan ruang alami dan bangunan manusia sendiri. Di tempat dengan kota yang sangat padat, kunang-kunang berjuang terus melawan papan iklan yang menyala, lampu jalan yang terang, dan lapangan olahraga yang benderang.
Memperbaiki polusi cahaya bukan berarti mematikan setiap lampu dan hidup dalam gelap gulita. Manusia tetap perlu melihat jalan saat malam dan keamanan itu penting. Tujuannya adalah memakai jumlah cahaya yang pas hanya di tempat dan saat yang dibutuhkan. Mematikan lampu teras saat tidak ada orang di luar sangat membantu. Mengganti bohlam lama yang silau dengan yang hangat dan bertudung ikut melindungi serangga di sekitar rumahmu.
Saat kamu melangkah keluar malam ini, perhatikan rumahmu sendiri. Apakah lampu terasmu bersinar lurus ke pohon atau menyorot ke bawah ke tanah? Membuat sedikit perubahan pada lampu luar membantu mengembalikan irama alami malam hari. Hal itu membuat bintang bersinar sedikit lebih terang di atas sana dan memberi kunang-kunang kesempatan untuk kembali memberikan kedipan mereka dalam gelap.